Bupati Minta Distanpan Tidak Ada Alasan Kekurangan Alsitan

Rabu, 02 Oktober 2019 | 17.57 WIB

Bagikan:

DAILYACEH.COM,ABDYA |Bupati Aceh Barat Daya ( Abdya ), Akmal Ibrahim,SH mengatakan semenjak saya memimpin dua periode ada sekitar 60 unit yang bertambah alat pertanian. Jadi, tidak ada cerita untuk mengeluh kekurang Alsintan.

Hal tersebut diungkapkan Akmal pada saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi dewan ketahanan pangan tahun 2019 yang diselenggarakan di Balai Benih pertanian Desa Alu Mangkota Kecamatan Blangpidie,Rabu 2 Oktober 2019.

"Saya minta jangan pernah ada lagi mayarakat yang mengeluh dan insyaallah Hana leu na but yang mengkrabe ( dalam waktu dekat tidak ada lagi sistim olah -mengolah).
 
Selain Bupati Akmal juga memerintahkan Kadis Pertanian untuk memasang GPS, dalam memudahkan para petani, Distanpan juga memasang beberapa unit open agar saat musim hujan melanda kawasan itu, para petani dapat mengeringkan padi hasil panen para petani.

"Departemen dan gubernur Aceh juga sangat mendukung untuk mengatasi kesulitan para petani. Maka dinas perlu mempromosikan terobosan ini kepada petani," ucap Akmal.
 
Sebagai bentuk inovasi naik kelas dalam sektor pertanian sambungnya,tahun ini akan selesai dibangun pabrik padi modern di Abdya yang standarnya sama dengan daerah lain. Pembangunan pabrik itu sedang dalam proses pengerjaan yang berada di komplek Balai Benih Unggul (BBU) Kecamatan Tangan-Tangan.
 
Di samping itu juga, diperlukan penyediaan benih yang sangat bagus, agar mendapatkan hasil yang bagus. "Perlu diketahui, usaha yang banyak menghasilkan uang itu adalah di bidang pertanian. Jadi mari sama-sama kita dongkrak sektor pertanian ini sehingga petani makmur dan kaya," denikian tutur Akmal.
 
Dikesempatan itu Bupati juga mengingatkan agar Distanpan Abdya harus menjadi agen perubahan, cari terobosan bibit padi yang berkualitas. Dinas harus selalu update, tentang benih padi nasional. Lihat ketahanan penyakit, beras pulen dan cocok dengan kondisi lahan di Abdya. "Kita akan menuju pertanian cerdas, maka dinas perlu inovasi baru. Ongkos pertanian yang paling murah itu di Abdya. Kalau kita mau, dimana ada tanah kosong itu bisa menjadi uang," urai Bupati Akmal.
   
Untuk diketahui,Rakor hari itu dihadiri Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has ST MT, Ketua DPRK Abdya Nurdianto, mewakili Kapolres Abdya Iptu Mardiansyah, Kadistanpan Nasruddin, para kelompok tani dan Koordinator BPP.  Dengan Pemateri Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Ir Syahrial, Pengamat Pertanian Ir Muslim Hasan M.Si dan Kasi PBI Bulog Hilal Kudus serta para tamu undangan lainnya.()
Bagikan:
KOMENTAR